9월, 2026의 게시물 표시

Dari Bandung ke Meja: Kisah Kimchi ESSEL

이미지
  Kenali proses kimchi ESSEL dari sayuran dataran tinggi Bandung, fermentasi, penyimpanan, hingga menjadi rasa utama dalam menu favorit keluarga. Halo, saya Song Hyejin, pendiri dan pemimpin ESSEL IDN. Saya membawa cita rasa Korea dan kisah hangat di baliknya kepada keluarga-keluarga di Indonesia. Kimchi ESSEL tidak bermula sebagai barang dagangan, melainkan dari kebiasaan berbagi sejak 1996. Kini, rasa keluarga itu dijaga melalui pemilihan sayuran dataran tinggi Bandung, resep yang dicatat, proses fermentasi yang diperhatikan, serta penyimpanan dingin. Bagi pelanggan yang mencari “kimchi halal ESSEL”, inilah cerita jujur tentang bagaimana rasa tersebut dibangun dan dijaga dari dapur hingga tersaji dalam menu ESSEL. Berawal dari berbagi, bukan dari berjualan Saya datang ke Indonesia pada 1996. Saat itu, bahan makanan Korea belum semudah sekarang untuk ditemukan, sehingga saya membuat kimchi sendiri untuk keluarga. Setiap kali membuat kimchi, saya menyiapkan lebih banyak daripada ke...

Kenapa Gimbap Essel Selalu Dipotong Menjadi 11 Bagian?

이미지
  Kalau Anda sering makan di Essel IDN, mungkin pernah memperhatikan satu hal kecil. Satu roll gimbap Essel selalu dipotong menjadi 11 bagian. Kelihatannya sederhana. Tapi di balik 11 potongan itu ada cerita tentang bagaimana Essel menjaga kualitas gimbap Korea di Jakarta . Saat outlet Essel di MOI pertama kali dibuka, staf kami masih belajar membuat gimbap. Ada yang memotong satu roll menjadi 10 bagian. Ada juga yang menjadi 11 bagian. Ketebalannya pun sering berbeda. Kami kemudian berpikir: Bagaimana caranya agar pelanggan mendapatkan gimbap yang sama setiap kali datang ke Essel? Dari pertanyaan itulah kami mulai menggunakan gimbap cutter. Dengan alat tersebut, satu roll gimbap dapat dipotong secara konsisten menjadi 11 bagian . Namun ternyata masalahnya tidak selesai hanya dengan alat pemotong. Kalau jumlah nasi dan isi gimbap berbeda, ukurannya tetap akan berbeda. Karena itu kami mulai membuat standar untuk setiap bagian. Jumlah nasi diukur. Telur dan bahan lai...

Sertifikasi Halal ESSEL: Bukan Sekadar Logo, tetapi Cakupannya

이미지
  Sertifikasi halal tidak cukup hanya ditunjukkan dengan satu logo. Pelanggan perlu dapat memeriksa siapa pemegang sertifikatnya, produk apa saja yang tercakup, serta apakah nomor sertifikat dan informasi terbarunya sesuai. Berdasarkan pengecekan melalui situs resmi Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) pada 18 September 2026, ESSEL tercatat atas nama PT. ESSEL RAYA INDONESIA dengan nomor sertifikat ID31210042201350226 dan menampilkan total 103 entri produk . Saya Song Hyejin, Mama Essel, yang mengelola brand kuliner Korea ESSEL di Indonesia. Hari ini, dalam cerita ESSEL yang kesebelas, saya ingin berbagi tentang sejauh mana informasi sertifikasi halal perlu diperiksa. Bukan “Percayalah kepada Kami”, tetapi “Silakan Periksa” Pertanyaan yang paling sering saya dengar dari pelanggan Indonesia hampir selalu sama. “Apakah makanan ini mengandung daging babi?” “Apakah menggunakan lard atau minyak babi?” “Apakah makanan ini aman dikonsumsi konsumen Muslim?” “Apakah ES...

Makanan Lezat Pun Sulit Dipilih Jika Tidak Ditemukan

이미지
  Saya Song Hyejin, Mama Essel, yang mengelola brand kuliner Korea ESSEL di Indonesia. Hari ini, saya ingin membagikan cerita ESSEL yang kesepuluh. Dalam cerita kesembilan, saya berbagi tentang satu hal penting yang saya sadari: tanpa data, kita tidak bisa melakukan analisis. Karena itu, saya mulai membangun kebiasaan mencatat, dimulai dari hal-hal kecil. Di lapangan, saya benar-benar merasakan makna dari kalimat yang selalu ditekankan oleh Profesor Kim Young-gap: “Data yang terkumpul menjadi pengetahuan, dan pengetahuan yang terkumpul menjadi kebijaksanaan.” Setelah memahami pentingnya pencatatan, saya mulai mempelajari pemasaran online. Dari sana, muncul satu pertanyaan baru: Bukankah kami juga perlu mencatat dan memahami bagaimana pelanggan menemukan ESSEL, serta apa yang membuat mereka akhirnya memilih kami? “Selezat apa pun makanan yang kami siapkan, bagaimana pelanggan dapat memilih ESSEL jika mereka tidak pernah menemukan kami?” Dulu, saya berpikir bahwa makanan yang ...

My Rose ESSEL: Satu Menu, Dua Kebiasaan Pelanggan yang Berbeda

이미지
Di ESSEL, kami percaya bahwa satu menu yang baik belum tentu memiliki peran yang sama bagi setiap pelanggan. Ada pelanggan yang datang sendiri. Ada yang ingin take away atau delivery. Ada juga yang datang bersama keluarga dan teman, lalu ingin menikmati berbagai menu Korea dalam satu meja. Dari kebiasaan tersebut, lahirlah My Rose , Rose Tteokbokki khas ESSEL dalam porsi personal. Mengapa ESSEL Membuat My Rose? Selama ini, Sharing Rose menjadi salah satu pilihan favorit untuk dinikmati bersama. Namun, kami juga menemukan beberapa kebutuhan yang berbeda. Ada pelanggan yang ingin menikmati Rose seorang diri, tetapi merasa porsi sharing terlalu banyak. Ada pula pelanggan yang tetap ingin memesan Rose, Gimbap, chicken, dan minuman tanpa membuat jumlah makanan di meja menjadi berlebihan. My Rose dibuat untuk menjawab kebutuhan itu. My Rose bukan sekadar Rose dengan harga lebih rendah. Menu ini dirancang sebagai pilihan yang lebih sesuai untuk: Pelanggan yang datang sendiri Pesana...

Data yang Terkumpul Menjadi Kebijaksanaan

이미지
  Sejak belajar menggunakan AI, Mama Essel mulai mengelola ulasan pelanggan, persediaan, panduan pelayanan, dan pemasaran online dengan lebih sistematis. Pada awalnya, kami hanya melihat apakah omzet naik atau turun. Kini kami berusaha mencatat jumlah pelanggan, rata-rata transaksi, perputaran meja, jumlah penjualan setiap menu, penggunaan bahan baku, persediaan, hingga ulasan pelanggan. Profesor Kim Young-gap selalu mengatakan: “Data yang terkumpul menjadi pengetahuan, dan pengetahuan yang terus bertumbuh menjadi kebijaksanaan.” Kami benar-benar merasakan arti kalimat tersebut. Tanpa data, kami tidak dapat mengetahui penyebab sebuah masalah atau mengambil keputusan yang tepat. Bagi Essel, setiap data bukan sekadar angka. Data membantu kami memahami pelanggan, memperbaiki pelayanan, serta menyajikan makanan yang lebih baik setiap hari. Karena rasa yang hangat dan pelayanan yang tulus selalu dimulai dari perhatian terhadap setiap detail. Warm Heart, Warm Taste. #EsselIDN #M...

Ketika Kembali Menjadi Murid di Usia 60 Tahun, Saya Mulai Melihat ESSEL dengan Cara yang Berbeda

이미지
  Saya Song Hyejin, Mama Essel, yang mengelola gerai milik perusahaan dan gerai waralaba ESSEL, sebuah brand bunsik Korea di Indonesia. Hari ini saya ingin membagikan kisah ketujuh ESSEL. Pada September 2024, di usia 60 tahun, saya kembali menjadi seorang murid. Rasa takut karena tidak mampu menjelaskan mengapa penjualan menurun mendorong saya untuk mulai belajar. Mungkin ada yang menganggap usia saya sudah terlambat untuk memulai lagi. Namun, ketika memikirkan para pelanggan yang telah mempercayai kami, para karyawan, dan para mitra waralaba, saya tahu bahwa saya tidak boleh menundanya lagi. Belajar Tidak Langsung Memberi Jawaban, tetapi Mengubah Pertanyaan Saya Saat mencari tahu apa yang harus saya pelajari lebih dahulu, saya menemukan kelas Profesor Kim Young-gap (김영갑 교수님). Demi belajar, saya mencari tempat tinggal di Korea dan selama tiga bulan menjalani hari-hari seperti seseorang yang sedang mempersiapkan ujian besar. Setiap Senin saya belajar kecerdasan buatan, setia...

Saat Kami Tidak Tahu Mengapa Penjualan Turun

이미지
  Kesalahan terbesar saya sebagai pemimpin ESSEL bukanlah ketika penjualan mulai menurun. Kesalahan terbesar saya adalah tidak mampu menjelaskan mengapa hal itu terjadi dan apa yang harus diperbaiki. Bagi saya, ESSEL belajar dari pelanggan bukan hanya saat kami menerima pujian. Justru keluhan, penantian yang terlalu lama, dan angka penjualan yang melemah memaksa kami untuk melihat kekurangan sendiri dengan lebih jujur. Kesalahan pertama terlihat jelas di dapur Pada masa awal ESSEL, saya membuat dapur terlalu kecil. Saat pelanggan datang bersamaan, anggota tim harus bekerja di ruang yang sempit. Beberapa proses menumpuk di titik kerja yang sama, waktu memasak menjadi lebih lama, dan pelanggan menyampaikan ketidakpuasan karena harus menunggu. Pengalaman itu menyakitkan, tetapi penyebabnya dapat kami lihat. Masalahnya bukan sekadar tim harus bekerja lebih cepat. Kapasitas dapur dan alur kerjanya memang belum sesuai dengan jumlah pesanan yang harus ditangani. Karena penyebabnya ...

Dari 100 Resep ke Tteokbokki dan Gimbap: Pilihan yang Membentuk ESSEL

이미지
  Di antara begitu banyak makanan Korea, mengapa ESSEL akhirnya memilih tteokbokki dan Gimbap sebagai menu utamanya? Jawaban jujurnya, sejak awal saya tidak memilih kedua menu ini berdasarkan analisis pasar atau perhitungan bahwa keduanya akan mudah dikembangkan menjadi bisnis franchise Saat itu, kami memiliki sekitar 100 resep banchan—beragam lauk pendamping Korea yang sudah lama kami buat. Pilihan kami sebenarnya sangat banyak. Namun, ketika berdoa dan memikirkan langkah yang harus diambil, hati saya terus tertuju pada tteokbokki dan Gimbap. Saya sendiri belum sepenuhnya memahami alasannya. Saya hanya memutuskan untuk tidak mengabaikan pilihan yang terus tinggal di hati saya itu. Berawal dari Kebutuhan Makan di Rumah Pada masa pandemi Covid-19, banyak orang tidak dapat makan dengan bebas di restoran. Waktu makan bersama keluarga lebih banyak dilakukan di rumah, sehingga kebutuhan akan makanan praktis yang tetap enak dan berkualitas semakin besar. Untuk menjawab kebutuhan ...

Sejarah ESSEL: Berani Buka di Masa Pandemi

이미지
Pada tahun 2021, ketika banyak restoran sedang berjuang untuk bertahan, kami justru mengambil keputusan yang terdengar cukup nekat. Kami memutuskan membuka gerai pertama ESSEL. Saat itu, ada hari-hari ketika menerima dua kelompok pelanggan saja terasa sulit. Ketika beberapa kenalan mendengar bahwa kami sedang mengerjakan interior restoran, mereka bahkan bertanya, “Kalian serius mau buka restoran sekarang?” Ada juga yang menganggap keputusan itu seperti sebuah kegilaan. Namun, di tengah ketidakpastian itulah perjalanan baru ESSEL dimulai. Membuka Saat Banyak Orang Memilih Menunggu Pandemi COVID-19 datang ke Indonesia sedikit lebih lambat dibandingkan Korea Selatan, tetapi dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari dan bisnis sangat besar. Memasuki tahun 2021, banyak usaha kuliner terpukul. Restoran sepi. Orang-orang lebih berhati-hati keluar rumah. Tidak ada yang tahu kapan keadaan akan benar-benar kembali normal. Kami pun takut. Tetapi kalau terus menunggu sampai semuan...

Warm Heart, Warm Taste Berawal dari Sebuah Pohon Eshel Mengapa restoran kami bernama ESSEL?

이미지
  Banyak orang bertanya kepada saya, “Apa arti nama ESSEL?” Nama ini sebenarnya bukan dibuat sebagai strategi marketing ketika kami membuka restoran. Jauh sebelum restoran ESSEL berdiri, nama ini sudah saya simpan di dalam hati. Semuanya berawal ketika saya mengenal Tuhan dan mulai membaca Alkitab. Pohon yang saya temukan dalam Kitab Kejadian Ada satu pohon yang sangat membekas bagi saya. Namanya pohon Eshel. Dalam Kejadian 21:33, Abraham menanam pohon Eshel di Bersyeba dan di sana memanggil nama Tuhan yang kekal. Ayat itu membuat nama Eshel tinggal lama dalam pikiran saya. Namun bukan hanya karena pohon itu disebut di dalam Alkitab. Pohon ini dapat hidup di daerah yang panas dan kering. Daunnya memiliki mekanisme untuk mengeluarkan garam sehingga kristal-kristal kecil dapat terbentuk di permukaan daun. Kristal tersebut dapat membantu memantulkan sebagian sinar matahari, sementara cabang dan daunnya yang rapat memberikan keteduhan di tengah panas. Setiap kali membayangkannya, saya ...

Makanan Korea Halal: Bukan Sekadar Tanpa Babi

이미지
  Saat memilih makanan Korea halal, pelanggan Muslim tidak hanya ingin tahu apakah sebuah menu mengandung babi. Mereka juga perlu memahami bahan di dalam saus, bumbu yang dipakai, proses di dapur, dan informasi halal resmi yang berlaku. Di ESSEL, kami belajar bahwa rasa tenang harus hadir bahkan sebelum suapan pertama. Empat pertanyaan yang paling sering kami dengar Selama melayani pelanggan di Indonesia, ada empat pertanyaan yang berulang kali saya dengar: “Apakah ada daging babi?” “Apakah menggunakan lard atau minyak babi?” “Apakah makanan ini aman dikonsumsi Muslim?” “Apakah ESSEL sudah memiliki sertifikat halal?” Keempat pertanyaan itu sebenarnya memiliki satu arti: “Apakah saya bisa memilih makanan ini dengan tenang?” Saya merasa jawaban singkat seperti “aman, Kak” belum cukup. Pelanggan berhak menerima penjelasan yang jelas dan konsisten. Karena itu, yang perlu diperiksa bukan hanya daging yang terlihat, tetapi juga saus, bumbu, cara penyimpanan, proses memasak, dan sumber in...