Sertifikasi Halal ESSEL: Bukan Sekadar Logo, tetapi Cakupannya

 





Sertifikasi halal tidak cukup hanya ditunjukkan dengan satu logo. Pelanggan perlu dapat memeriksa siapa pemegang sertifikatnya, produk apa saja yang tercakup, serta apakah nomor sertifikat dan informasi terbarunya sesuai. Berdasarkan pengecekan melalui situs resmi Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) pada 18 September 2026, ESSEL tercatat atas nama PT. ESSEL RAYA INDONESIA dengan nomor sertifikat ID31210042201350226 dan menampilkan total 103 entri produk.

Saya Song Hyejin, Mama Essel, yang mengelola brand kuliner Korea ESSEL di Indonesia. Hari ini, dalam cerita ESSEL yang kesebelas, saya ingin berbagi tentang sejauh mana informasi sertifikasi halal perlu diperiksa.

Bukan “Percayalah kepada Kami”, tetapi “Silakan Periksa”

Pertanyaan yang paling sering saya dengar dari pelanggan Indonesia hampir selalu sama.

“Apakah makanan ini mengandung daging babi?”
“Apakah menggunakan lard atau minyak babi?”
“Apakah makanan ini aman dikonsumsi konsumen Muslim?”
“Apakah ESSEL sudah bersertifikat halal?”

Awalnya, saya berpikir bahwa menjawab dengan ramah, “Tidak perlu khawatir,” sudah cukup. Namun, yang dibutuhkan pelanggan bukanlah keyakinan kami, melainkan bukti yang dapat mereka periksa sendiri.

Sejak saat itu, saya mulai memandang halal bukan sebagai kalimat promosi, melainkan sebagai janji yang harus dapat kami tunjukkan kepada pelanggan.



Informasi yang Dapat Diperiksa melalui BPJPH

Saat nomor sertifikat dimasukkan pada halaman Cek Produk Halal BPJPH, pelanggan dapat memeriksa informasi berikut:

  • Nama pelaku usaha: PT. ESSEL RAYA INDONESIA
  • Nomor sertifikat: ID31210042201350226
  • Jumlah entri produk yang tampil: 103 produk
  • Contoh produk yang dapat ditemukan: Original Gimbab, Bulgogi Gimbab, Rose Tteokbokki, dan Mara Rose Tteokbokki
  • Tanggal terbaru yang tampil pada halaman pencarian: 23 Juli 2026

Pengecekan resmi dapat dilakukan melalui BPJPH Cek Produk Halal menggunakan nama produk, nama pelaku usaha, atau nomor sertifikat.

Namun, masa berlaku tidak boleh disimpulkan hanya dari tanggal yang tampil pada halaman pencarian. Jika halaman publik tidak menampilkan tanggal kedaluwarsa atau daftar gerai, dokumen sertifikat asli dan cakupan terbaru tetap perlu diperiksa bersama.



Produk yang Terdaftar Tidak Otomatis Berarti Semua Gerai Tercakup

Hal terpenting dalam sertifikasi halal adalah memahami cakupannya. Jika badan usaha dan produk tertentu telah terverifikasi, hal itu tidak berarti menu baru, bahan yang telah berubah, atau gerai baru otomatis termasuk di dalam cakupan yang sama.

Di ESSEL, setiap kali ada menu, bahan baku, pemasok, atau proses produksi baru, kami perlu memastikan kembali apakah perubahan tersebut termasuk dalam cakupan sertifikasi yang berlaku.

Staf juga tidak boleh memberikan penjelasan yang lebih luas daripada informasi dalam dokumen resmi. Jika belum mengetahui jawabannya, memeriksa kembali kepada tim kantor pusat dan melihat dokumen resmi adalah bentuk penghormatan yang lebih besar kepada pelanggan daripada memberikan jawaban berdasarkan perkiraan.



Menjaga Standar Setiap Hari Lebih Penting daripada Sekadar Menerima Sertifikat

Sertifikat adalah titik awal yang penting, tetapi kepercayaan pelanggan dijaga melalui pengelolaan setiap hari.

Kami perlu terus mencatat dan memeriksa apakah bahan yang digunakan masih sesuai dengan daftar yang disetujui, apakah pemasok atau label produk mengalami perubahan, apakah penyimpanan dan proses memasak tetap mengikuti standar, serta apakah menu baru sudah termasuk dalam cakupan resmi.

Hal yang sama berlaku untuk informasi online. Memasang logo halal di dinding restoran saja belum cukup. Informasi di Google, Instagram, buku menu, dan penjelasan staf harus menyampaikan hal yang sama secara konsisten.


Informasi yang Akurat Juga Merupakan Bentuk Keramahan

Cita rasa ESSEL yang diwariskan dari Ibu Won Young-ae selalu berawal dari hati yang terlebih dahulu memikirkan orang yang akan menikmati makanan tersebut.

Bagi saya, meneruskan nilai itu di Indonesia bukan hanya berarti membuat makanan Korea yang lezat. Nilai tersebut juga berarti memberikan informasi yang akurat agar pelanggan Muslim dapat memilih makanan dengan rasa tenang.

Saya tidak ingin meminta pelanggan untuk langsung mempercayai ESSEL. Saya ingin membangun ESSEL sebagai brand yang tetap memberikan jawaban yang sama ketika pelanggan memeriksa dan mengajukan pertanyaan secara langsung.

Sertifikasi halal bukan sekadar logo yang dipasang di dinding, melainkan proses menjaga janji kepada pelanggan setiap hari. Inilah makna Warm Heart, Warm Taste bagi ESSEL.

#CeritaESSEL #MamaEssel #SertifikasiHalalIndonesia #KFoodHalal #WarmHeartWarmTaste

댓글

이 블로그의 인기 게시물

Mencatat, Menganalisis, dan Menjalankan — Catatan Manajemen Essel JKT Bulan Mei

Kenapa Essel Rose Menjadi Juara Rose Tteokbokki yang Sesungguhnya?

Essel Sikhye: 32 Jam Proses dan Lebih dari 50 Kali Uji Coba