Essel Sikhye: 32 Jam Proses dan Lebih dari 50 Kali Uji Coba

 


Ada produk yang sempat membuat kami ingin menyerah. Namun, justru karena produk itu sangat berarti bagi Essel IDN, kami tidak dapat meninggalkannya.

Produk itu adalah Essel Sikhye, minuman tradisional Korea yang menjadi signature drink kami.

Memilih Jalan yang Lebih Sulit demi Kepercayaan Pelanggan

Pada awalnya, kami menggunakan malt jelai atau yeotgireum yang dibeli dari Korea. Namun, bahan tersebut belum dilengkapi dokumen sertifikasi halal yang dibutuhkan di Indonesia.

Bagi Essel IDN, halal bukan sekadar tulisan pada kemasan. Halal adalah janji bahwa bahan dan proses yang kami gunakan dapat dipercaya oleh pelanggan.


Karena itu, kami memilih untuk membuat Sikhye menggunakan bahan yang tersedia di Indonesia, yaitu jelai lokal berkulit, beras jelai, dan beras ketan.

Jelai harus direndam, dikecambahkan, dikeringkan, lalu digiling hingga menjadi malt jelai. Setelah itu, enzim alami dari malt perlahan mengubah pati dari beras menjadi rasa manis melalui proses yang disebut sakarifikasi.

Satu Botol Sikhye Membutuhkan Waktu 32 Jam

Setelah bahan disiapkan, proses dilanjutkan dengan pemanasan, penyaringan, perebusan, pendinginan, dan stabilisasi pada suhu rendah.


Dari awal hingga siap, satu proses pembuatan Essel Sikhye membutuhkan waktu sekitar 32 jam.

Kami sebenarnya bisa memilih cara yang lebih cepat. Namun, rasa Sikhye yang lembut dan dalam hanya dapat terbentuk jika setiap proses diberi waktu yang cukup.

32 jam menunggu. Karena itu, rasa Essel Sikhye berbeda.

Satu Masalah Selesai, Masalah Lain Muncul

Waktu yang panjang ternyata belum menjamin hasil yang selalu stabil.

Dalam pengujian penyimpanan selama satu bulan, kami menemukan warna Sikhye perlahan menjadi lebih gelap. Kami kemudian menguji kembali suhu, waktu pemanasan, komposisi bahan, dan proses pendinginannya.

Setelah warna berhasil dibuat lebih stabil, muncul tantangan berikutnya. Pada beberapa sampel penyimpanan di outlet, tekstur Sikhye menjadi terlalu kental.

Sampai hari ini, kami telah melakukan sedikitnya 50 kali uji coba.

Setiap kali satu masalah terselesaikan, masalah baru muncul. Ada banyak saat ketika kami merasa lelah dan ingin berhenti.

Kualitas Tidak Bisa Ditentukan Hanya dengan Perasaan

Kami kembali memeriksa kondisi bahan, tingkat kemanisan, suhu, waktu pendinginan, proses penyimpanan, dan tingkat keasaman atau pH.

Dari pengujian tersebut, kami menilai bahwa keseimbangan pH kemungkinan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perubahan kualitas selama penyimpanan.

Kami kemudian mengatur tingkat keasaman secara lebih presisi menggunakan asam sitrat food grade. Pada pengujian terbaru, perubahan kekentalan menjadi lebih terkendali dan hasilnya lebih stabil.

Namun, satu hasil yang baik belum berarti proses pengembangan selesai. Kami tetap melanjutkan pengujian penyimpanan dan pemeriksaan kualitas agar Essel Sikhye memiliki rasa dan kualitas yang sama di setiap outlet.

Mengapa Kami Tidak Menyerah?

Sikhye bukan sekadar minuman Korea yang ditambahkan ke dalam menu.


Essel Sikhye membantu menyegarkan kembali mulut setelah menikmati rasa creamy dan pedas dari Rose Tteokbokki serta gurihnya GIMBAB. Minuman ini menjadi bagian penting dari pengalaman makan di Essel IDN.

Lebih dari itu, Essel Sikhye membawa cerita tentang tradisi Korea yang dilahirkan kembali menggunakan bahan lokal Indonesia dan standar halal yang dapat dipercaya.

Karena itu, kami tidak dapat menyerah.

Di dalam satu botol Essel Sikhye terdapat 32 jam proses, lebih dari 50 kali uji coba, dan janji kami untuk selalu memberikan makanan serta minuman yang dapat dipercaya.

Tradisi Korea yang lahir kembali di Indonesia.

Essel Sikhye — dibuat dengan kesungguhan, disajikan dengan kehangatan.

Warm Heart, Warm Taste.

#EsselIDN #EsselSikhye #SikhyeHalal #MinumanKorea #KoreanDrinkIndonesia #SignatureDrink #WarmHeartWarmTaste

댓글

이 블로그의 인기 게시물

Kenapa Essel Rose Menjadi Juara Rose Tteokbokki yang Sesungguhnya?

손주 시온이의 첫 돌 여행과 함께한 Essel Dewata 방문기

Essel IDN] 우쉬(Whoosh)로 가까워진 반둥, 가맹점과 함께 그리는 '따뜻한 성장'