Dari Bandung ke Meja: Kisah Kimchi ESSEL

이미지
  Kenali proses kimchi ESSEL dari sayuran dataran tinggi Bandung, fermentasi, penyimpanan, hingga menjadi rasa utama dalam menu favorit keluarga. Halo, saya Song Hyejin, pendiri dan pemimpin ESSEL IDN. Saya membawa cita rasa Korea dan kisah hangat di baliknya kepada keluarga-keluarga di Indonesia. Kimchi ESSEL tidak bermula sebagai barang dagangan, melainkan dari kebiasaan berbagi sejak 1996. Kini, rasa keluarga itu dijaga melalui pemilihan sayuran dataran tinggi Bandung, resep yang dicatat, proses fermentasi yang diperhatikan, serta penyimpanan dingin. Bagi pelanggan yang mencari “kimchi halal ESSEL”, inilah cerita jujur tentang bagaimana rasa tersebut dibangun dan dijaga dari dapur hingga tersaji dalam menu ESSEL. Berawal dari berbagi, bukan dari berjualan Saya datang ke Indonesia pada 1996. Saat itu, bahan makanan Korea belum semudah sekarang untuk ditemukan, sehingga saya membuat kimchi sendiri untuk keluarga. Setiap kali membuat kimchi, saya menyiapkan lebih banyak daripada ke...

Kenapa Gimbap Essel Selalu Dipotong Menjadi 11 Bagian?

이미지
  Kalau Anda sering makan di Essel IDN, mungkin pernah memperhatikan satu hal kecil. Satu roll gimbap Essel selalu dipotong menjadi 11 bagian. Kelihatannya sederhana. Tapi di balik 11 potongan itu ada cerita tentang bagaimana Essel menjaga kualitas gimbap Korea di Jakarta . Saat outlet Essel di MOI pertama kali dibuka, staf kami masih belajar membuat gimbap. Ada yang memotong satu roll menjadi 10 bagian. Ada juga yang menjadi 11 bagian. Ketebalannya pun sering berbeda. Kami kemudian berpikir: Bagaimana caranya agar pelanggan mendapatkan gimbap yang sama setiap kali datang ke Essel? Dari pertanyaan itulah kami mulai menggunakan gimbap cutter. Dengan alat tersebut, satu roll gimbap dapat dipotong secara konsisten menjadi 11 bagian . Namun ternyata masalahnya tidak selesai hanya dengan alat pemotong. Kalau jumlah nasi dan isi gimbap berbeda, ukurannya tetap akan berbeda. Karena itu kami mulai membuat standar untuk setiap bagian. Jumlah nasi diukur. Telur dan bahan lai...

Sertifikasi Halal ESSEL: Bukan Sekadar Logo, tetapi Cakupannya

이미지
  Sertifikasi halal tidak cukup hanya ditunjukkan dengan satu logo. Pelanggan perlu dapat memeriksa siapa pemegang sertifikatnya, produk apa saja yang tercakup, serta apakah nomor sertifikat dan informasi terbarunya sesuai. Berdasarkan pengecekan melalui situs resmi Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) pada 18 September 2026, ESSEL tercatat atas nama PT. ESSEL RAYA INDONESIA dengan nomor sertifikat ID31210042201350226 dan menampilkan total 103 entri produk . Saya Song Hyejin, Mama Essel, yang mengelola brand kuliner Korea ESSEL di Indonesia. Hari ini, dalam cerita ESSEL yang kesebelas, saya ingin berbagi tentang sejauh mana informasi sertifikasi halal perlu diperiksa. Bukan “Percayalah kepada Kami”, tetapi “Silakan Periksa” Pertanyaan yang paling sering saya dengar dari pelanggan Indonesia hampir selalu sama. “Apakah makanan ini mengandung daging babi?” “Apakah menggunakan lard atau minyak babi?” “Apakah makanan ini aman dikonsumsi konsumen Muslim?” “Apakah ES...

Makanan Lezat Pun Sulit Dipilih Jika Tidak Ditemukan

이미지
  Saya Song Hyejin, Mama Essel, yang mengelola brand kuliner Korea ESSEL di Indonesia. Hari ini, saya ingin membagikan cerita ESSEL yang kesepuluh. Dalam cerita kesembilan, saya berbagi tentang satu hal penting yang saya sadari: tanpa data, kita tidak bisa melakukan analisis. Karena itu, saya mulai membangun kebiasaan mencatat, dimulai dari hal-hal kecil. Di lapangan, saya benar-benar merasakan makna dari kalimat yang selalu ditekankan oleh Profesor Kim Young-gap: “Data yang terkumpul menjadi pengetahuan, dan pengetahuan yang terkumpul menjadi kebijaksanaan.” Setelah memahami pentingnya pencatatan, saya mulai mempelajari pemasaran online. Dari sana, muncul satu pertanyaan baru: Bukankah kami juga perlu mencatat dan memahami bagaimana pelanggan menemukan ESSEL, serta apa yang membuat mereka akhirnya memilih kami? “Selezat apa pun makanan yang kami siapkan, bagaimana pelanggan dapat memilih ESSEL jika mereka tidak pernah menemukan kami?” Dulu, saya berpikir bahwa makanan yang ...

My Rose ESSEL: Satu Menu, Dua Kebiasaan Pelanggan yang Berbeda

이미지
Di ESSEL, kami percaya bahwa satu menu yang baik belum tentu memiliki peran yang sama bagi setiap pelanggan. Ada pelanggan yang datang sendiri. Ada yang ingin take away atau delivery. Ada juga yang datang bersama keluarga dan teman, lalu ingin menikmati berbagai menu Korea dalam satu meja. Dari kebiasaan tersebut, lahirlah My Rose , Rose Tteokbokki khas ESSEL dalam porsi personal. Mengapa ESSEL Membuat My Rose? Selama ini, Sharing Rose menjadi salah satu pilihan favorit untuk dinikmati bersama. Namun, kami juga menemukan beberapa kebutuhan yang berbeda. Ada pelanggan yang ingin menikmati Rose seorang diri, tetapi merasa porsi sharing terlalu banyak. Ada pula pelanggan yang tetap ingin memesan Rose, Gimbap, chicken, dan minuman tanpa membuat jumlah makanan di meja menjadi berlebihan. My Rose dibuat untuk menjawab kebutuhan itu. My Rose bukan sekadar Rose dengan harga lebih rendah. Menu ini dirancang sebagai pilihan yang lebih sesuai untuk: Pelanggan yang datang sendiri Pesana...

Data yang Terkumpul Menjadi Kebijaksanaan

이미지
  Sejak belajar menggunakan AI, Mama Essel mulai mengelola ulasan pelanggan, persediaan, panduan pelayanan, dan pemasaran online dengan lebih sistematis. Pada awalnya, kami hanya melihat apakah omzet naik atau turun. Kini kami berusaha mencatat jumlah pelanggan, rata-rata transaksi, perputaran meja, jumlah penjualan setiap menu, penggunaan bahan baku, persediaan, hingga ulasan pelanggan. Profesor Kim Young-gap selalu mengatakan: “Data yang terkumpul menjadi pengetahuan, dan pengetahuan yang terus bertumbuh menjadi kebijaksanaan.” Kami benar-benar merasakan arti kalimat tersebut. Tanpa data, kami tidak dapat mengetahui penyebab sebuah masalah atau mengambil keputusan yang tepat. Bagi Essel, setiap data bukan sekadar angka. Data membantu kami memahami pelanggan, memperbaiki pelayanan, serta menyajikan makanan yang lebih baik setiap hari. Karena rasa yang hangat dan pelayanan yang tulus selalu dimulai dari perhatian terhadap setiap detail. Warm Heart, Warm Taste. #EsselIDN #M...

Ketika Kembali Menjadi Murid di Usia 60 Tahun, Saya Mulai Melihat ESSEL dengan Cara yang Berbeda

이미지
  Saya Song Hyejin, Mama Essel, yang mengelola gerai milik perusahaan dan gerai waralaba ESSEL, sebuah brand bunsik Korea di Indonesia. Hari ini saya ingin membagikan kisah ketujuh ESSEL. Pada September 2024, di usia 60 tahun, saya kembali menjadi seorang murid. Rasa takut karena tidak mampu menjelaskan mengapa penjualan menurun mendorong saya untuk mulai belajar. Mungkin ada yang menganggap usia saya sudah terlambat untuk memulai lagi. Namun, ketika memikirkan para pelanggan yang telah mempercayai kami, para karyawan, dan para mitra waralaba, saya tahu bahwa saya tidak boleh menundanya lagi. Belajar Tidak Langsung Memberi Jawaban, tetapi Mengubah Pertanyaan Saya Saat mencari tahu apa yang harus saya pelajari lebih dahulu, saya menemukan kelas Profesor Kim Young-gap (김영갑 교수님). Demi belajar, saya mencari tempat tinggal di Korea dan selama tiga bulan menjalani hari-hari seperti seseorang yang sedang mempersiapkan ujian besar. Setiap Senin saya belajar kecerdasan buatan, setia...