Cerita ESSEL ke-18 Bagaimana ESSEL Menjaga Rasa di Setiap Outlet?

 


Halo, saya Song Hyejin, yang mengelola ESSEL IDN dan membawa cita rasa serta cerita hangat Korea kepada pelanggan di Indonesia.



Saya ingin pelanggan bisa menikmati cita rasa ESSEL yang akrab, di outlet mana pun mereka berkunjung. Untuk mencapai tujuan itu, resep perlu dicatat dengan jelas, mulai dari takaran bahan hingga cara makanan disajikan. Dengan begitu, cita rasa yang saya pelajari dari ibu dapat diteruskan kepada anggota tim yang berbeda.


Timbangan membantu meneruskan cita rasa keluarga

Saat memasak di rumah, kita sering menentukan takaran berdasarkan kebiasaan. Tangan sudah mengenali jumlah bahan yang dibutuhkan. Namun, ketika makanan disiapkan oleh banyak orang di beberapa outlet, tim membutuhkan acuan yang dapat dipahami bersama.

Pada Gimbap, jumlah nasi dan setiap bahan isian perlu diukur. Pada tteokbokki, takaran saus dan air juga berpengaruh pada hasil akhirnya.

Bagi saya, timbangan membantu menerjemahkan pengalaman memasak menjadi petunjuk yang jelas. Rasa yang diwariskan dalam keluarga perlu bisa dipelajari dan dipraktikkan oleh orang lain, agar terus sampai kepada pelanggan.

Saus yang baik juga membutuhkan proses memasak yang tepat

Dalam cerita ke-15, saya membahas empat resep saus yang disesuaikan dengan merek gochujang, yaitu pasta cabai Korea. Resep tersebut disiapkan untuk menjaga karakter rasa ketika kondisi pasokan bahan berubah.

Setelah saus sampai di outlet, masih ada proses yang perlu diperhatikan. Urutan memasukkan bahan, waktu memasak, suhu, besar api, dan kapan masakan selesai dapat memengaruhi kekentalan saus serta tekstur tteok.

Karena itu, resep standar perlu menjelaskan lebih dari sekadar daftar bahan. Tim juga membutuhkan petunjuk tentang proses memasak dan kondisi hidangan yang menjadi acuan saat selesai dibuat.

Tujuannya sederhana: membantu setiap anggota tim memahami hasil seperti apa yang ingin kami hadirkan kepada pelanggan.

Perhatian berlanjut sampai makanan disajikan

Dalam pemeriksaan outlet baru-baru ini, saya kembali mengecek penggunaan warmer untuk Rose Tteokbokki serta kesesuaian piring Gimbap dengan standar kantor pusat. Hal yang belum sesuai saya minta untuk diperbaiki.

Pengalaman menikmati makanan berlanjut setelah proses memasak selesai. Piring yang digunakan, penataan makanan, dan kondisi hidangan saat tiba di meja ikut membentuk pengalaman pelanggan.

Itulah sebabnya cara penyajian menjadi bagian dari standar yang perlu diperhatikan. Tim juga perlu melihat apakah pelanggan membutuhkan bantuan selama makan. Perhatian kecil di meja membantu melengkapi usaha yang sudah dilakukan di dapur.


Resep perlu dipraktikkan dan diperiksa bersama

Memberikan dokumen resep adalah awal dari proses belajar. Anggota tim perlu mencoba memasak, membandingkan hasilnya dengan acuan, dan memahami bagian yang masih perlu diperbaiki.

Jika hasilnya berbeda, takaran bahan, urutan memasak, waktu, serta alat yang digunakan perlu diperiksa satu per satu. Kendala yang disampaikan tim juga perlu didengarkan. Petunjuk yang kurang jelas harus diperjelas agar lebih mudah diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari.

Dari mengelola ESSEL, saya belajar bahwa menjaga cita rasa membutuhkan catatan, pengukuran, latihan, dan pemeriksaan yang dilakukan berulang kali. Proses ini perlu terus dirawat seiring tim belajar dan outlet berkembang.

Bagi pelanggan, semua usaha tersebut mempunyai satu tujuan: menghadirkan makanan yang sesuai dengan cita rasa ESSEL yang ingin kami jaga, dengan penyajian yang penuh perhatian.

Jika Anda merasakan perbedaan rasa atau penyajian saat berkunjung, sampaikan kepada tim outlet. Masukan Anda membantu kami mengetahui bagian yang perlu diperiksa dan diperbaiki.

Bagi saya, meneruskan kehangatan rasa keluarga dimulai dari menjaga setiap hidangan yang kami siapkan hari ini.


#ESSELIDN #MamaEssel #Gimbap #RoseTteokbokki #KulinerKorea

댓글

이 블로그의 인기 게시물

Mencatat, Menganalisis, dan Menjalankan — Catatan Manajemen Essel JKT Bulan Mei

Kenapa Essel Rose Menjadi Juara Rose Tteokbokki yang Sesungguhnya?

Essel Sikhye: 32 Jam Proses dan Lebih dari 50 Kali Uji Coba